link182 link183 link184 link185 link186 link187 link188 link189 link190 link191 link192 link193 link194 link195 link196 link197 link198 link199 link200 link201 link202 link203 link204 link205 link206 link207 link208 link209 link210 link211 link212 link213 link214 link215 link216 link217 link218 link219 link220 link221 link222 link223 link224 link225 link226 link227 link228 link229 link230 link231 link232 link233 link234 link235 link236 link237 link238 link239 link240 link241 link242 link243 link244 link245 link246 link247 link248 link249 link250 link251 link252 link253 link254 link255 link256 link257 link258 link259 link260 link261 link262 link263 link264 link265 link266 link267 link268 link269 link270 link271 link272

Definisi Vektor

Vektor merupakan besaran yang memiliki nilai dan arah. Dalam ilmu fisika, besaran-besaran yang memiliki arah di antaranya adalah posisi, kecepatan, percepata, gaya, momentum, dan lain-lain.

Secara geometri, vektor adalah ruas garis berarah. Ruas garis ini kita tarik dari satu titik ke titik yang lain, sehingga penulisan vektor bisa diwakili dengan dua huruf yang mewakili kedua titik.

Misalnya vektor yang ditarik dari titik A ke B bisa kita tulis sebagai

terkadang bisa juga ditulis dengan huruf tebal AB

vektor

Contoh di atas adalah Vektor AB, disebut juga dengan u

sehingga

Penjumlahan Vektor

1. Aturan segitiga

Aturan segitiga dipakai untuk menjumlahkan 2 vektor dengan mempertemukan ujung sebuah vektor dengan pangkal vektor yang lain

Misalkan dua vektor a dan b kita jumlahkan

Penjumlahan vektor

maka hasil penjumlahannya adalah

aturan segitiga

2. Aturan jajaran genjang

Aturan jajaran genjang dipakai untuk menjumlahkan 2 vektor dengan mempertemukan kedua pangkal vektor

Jika vektor a dan b di atas kita jumlahkan dengan memakai aturan jajaran genkang maka

aturan jajaran genjang

3. Aturan segi banyak (poligon)

Aturan poligon dipakai untuk menjumlahkan lebih dari 2 vektor