link546 link547 link548 link549 link550 link551 link552 link553 link554 link555 link556 link557 link558 link559 link560 link561 link562 link563 link564 link565 link566 link567 link568 link569 link570 link571 link572 link573 link574 link575 link576 link577 link578 link579 link580 link581 link582 link583 link584 link585 link586 link587 link588 link589 link590 link591 link592 link593 link594 link595 link596 link597 link598 link599 link600 link601 link602 link603 link604 link605 link606 link607 link608 link609 link610 link611 link612 link613 link614 link615 link616 link617 link618 link619 link620 link621 link622 link623 link624 link625 link626 link627 link628 link629 link630 link631 link632

Sistem Persamaan Linear 2 Variabel

Sistem persamaan linear 2 variabel, merupakan himpunan 2 persamaan dengan variabel sebanyak 2 buah. Sistem persamaan ini memiliki beberapa cara menyelesaiakan, antara lain adalah

1. Metoda Eliminasi

2. Metoda subtitusi

3. Metoda grafik

4. Metoda determinan

5. Metoda matriks

 

Metoda eliminasi

Supaya lebih mudah langsung saja ke contoh soal ya

 

Contoh 1

Tentukan himpunan penyelesaian dari

2x + y = 10

x — y = -1

Jawab :

Untuk mengeliminasi, kita jumlahkan agar variabel y langsung hilang

2x + y = 10

x — y = -1 ___ +

3x = 9 maka x = 3

2x + y = 10

6 + y = 10

y = 4

Jadi, himpunan penyelesaiaannya adalah {(3, 4)}

 

Contoh 2 :

Tentukan himpunan penyelesaian dari

3x + 2y = 17

4x — 3y = 17

Jawab :

Koefisien x pada persamaan pertama dengan kedua tidak sama, demikian juga koefisien y. Dengan demikian kita harus menyamakan. Sekarang kita lakukan agar koefisien y sama, yaitu dengan mengalikan 3 pada persamaan pertama dan mengalikan 2 pada persamaan kedua, sehingga diperoleh

9x + 6y = 51

8x — 6y = 34 ___+

17x = 85

x = 5

 

3x + 2y = 17

3.5 + 2y = 17

15 + 2y = 17

2y = 2

y = 1

Jadi, himpunan penyelesaiaannya adalah {(5, 1)}

 

Contoh 3 :

Tentukan himpunan penyelesaiana dari

5x + 2y = 36

2x + 7y = 2

Jawab :

Untuk menyamakan koefisien x maka persamaan (1) dikali 2, sedangkan persamaan (2) dilkali 5

10x + 4y = 72

10x + 35y = 10 ___ _

-31y = 62

y = -2

 

2x + 7y = 2

2x + 7(-2) = 2

2x — 14 = 2

2x = 16

x = 8

Jadi, himpunan penyelesaiaannya adalah {(8, -2)}

 

Metoda subtitusi

Subtitusi artinya mengganti. Jadi, salah satu variabel pada persamaan kita ganti, misalnya y kita ganti dengan x

 

Contoh 4 :

Himpunan penyelesian dari sistem persamaan

3x + y = 6

4x + 3y = 13

adalah …

Jawab :

Persamaan (1) bisa kita ubah sebagai berikut :

3x + y = 6

y = 6 — 3x

Hasil ini kita subtitusi ke persamaan (2)

4x + 3y = 13

4x + 3(6 — 3x) = 13

4x + 18 — 9x = 13

-5x = -5

x = 1

y = 6 — 3x = 6 — 3.1 = 3

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(1, 3)}

 

Contoh 5 :

Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan

5x + 4y = 22

3x + 7y = 27

adalah …

Jawab :

Persamaan (2) bisa kita ubah sebagai berikut

3x + 7y = 27

7y = 27 — 3x

Selanjutnya hasil ini kita subtitusikan ke persamaan (1)

5x + 4y = 22

Jika kedua ruas dikali 7 maka diperoleh

35x + 108 — 12x = 154

23x = 46

x = 2

maka

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(2, 3)}

 

Contoh 6:

Tentukan himpunan penyelesaian dari

5x + 8y = 41

3x — 7y = 1

Jawab :

Persamaan (1) bisa kita ubah sebagai berikut :

5x + 8y = 41

5x = 41 — 8y

Selanjutnya nilai x ini kita subtitusikan ke persamaan (2)

3x — 7y = 1

Jika kedua ruas dikali 5 maka

123 — 24y — 35y = 5

-59y= 5-123 = -118

y = 2

Hasil ini kita subtitusi ke

 

Metoda Determinan

Determinan merupakan suatu nilai pada matriks persegi. Untuk matriks ordo 2×2 yang elemennya a, b, c, dan d determinannya adalah

Jika kita memiliki sistem persamaan

ax + by = e

cx + dy = f

maka penyelesaiannya adalah

Sekarang marilah kita lihat contoh berikut

Contoh soal 7 :

Tentukan himpunan penyelesaian dari

3x — 7y = 29

4x — y = 22

Jawab

maka nilai x adalah

dan nilai y adalah

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(5, -2)}

 

Integral Siklometri

Integral siklometri seringkali disebut integral subtitusi trigonometri. Hal ini disebabkan kita mensubtitusikan fungsi trigonometri untuk menggantikan variabel yang ada. Sebutan integral siklometri diseabkan kita sering menggunakan invers fungsi trigonometri.

Contoh invers fungsi trigonometri

y = sin x maka x = arcsin y = sin-1 y

y = cos x maka x = arccos y = cos-1 y

y = tan x maka x = arctan y = tan -1 y

y = cot x maka x = arccot y = cot -1 y

y = sec x maka x = arcsec y = sec-1 y

y = csc x maka x = arccsc y = csc -1 y

Ada 3 bentuk utama dalam menngunakan integral siklometri, yaitu :

1. a2 — x2 kita subtitusi dengan x = a sin θ atau x = a cos θ

2. a2 + x2 kita subtitusi dengan x = a tan θ atau x = a cot θ

3. x2 — a2 kita subtitusi dengan x = a sec θ atau x = a csc θ

Supaya lebih nikmat dalam belajar, marilah kita lihat contoh-contoh berikut

Contoh 1 :

Jawab :

misal x = 4 sin θ

maka dx = 4 cos θ dθ

sehingga

=∫4 sin θ = — 4 cos θ + c

Perhatikan bahwa x = 4 sin θ sehingga sin θ = x/4

Jika bentuk ini kita gambar pada segitiga siku-siku maka

siklometri 1

sehingga

maka

= — 4 cos θ + c

 

Cara kedua kita bisa menggunakan integral subtitusi biasa, yaitu dengan memisalkan

y = 16 — x2

maka

sehingga

 

Contoh 2

Jawab :

misalkan x = 3 tan θ

maka dx = 3 sec2 θ dθ

karena tan θ = x/3

maka

θ = arctan x/3

sehingga

 

Contoh 3 :

Jawab :

misalkan x = 2 sin θ

maka dx = 2 cos θ dθ

karena sin θ = x/2

maka θ = arc sin x/2 + c

dengan demikian

=∫ dθ = θ + c