link546 link547 link548 link549 link550 link551 link552 link553 link554 link555 link556 link557 link558 link559 link560 link561 link562 link563 link564 link565 link566 link567 link568 link569 link570 link571 link572 link573 link574 link575 link576 link577 link578 link579 link580 link581 link582 link583 link584 link585 link586 link587 link588 link589 link590 link591 link592 link593 link594 link595 link596 link597 link598 link599 link600 link601 link602 link603 link604 link605 link606 link607 link608 link609 link610 link611 link612 link613 link614 link615 link616 link617 link618 link619 link620 link621 link622 link623 link624 link625 link626 link627 link628 link629 link630 link631 link632

Fungsi Naik dan Fungsi Turun

Fungsi f(x) dikatakan naik jika f'(x) > 0
Fungsi f(x) dikatakan turun jika f'(x) < 0
Fungsi f(x) dikatakan stasioner jika f'(x) = 0
Fungsi f(x) dikatakan tidak naik jika f'(x) ≤ 0
Fungsi f(x) dikatakan tidak turun jika f'(x) ≥ 0

 

Contoh soal 1 :

Tentukan nilai x agar fungsi f(x) = x2 — 8x — 9 naik

Jawab :
Agar naik maka f'(x) > 0
2x — 8 > 0
x > 4

 

Contoh soal 2 :

Tentukan nilai x agar fungsi f(x) = -2x2 + 12x — 5 turun

Jawab :
Agar turun maka f'(x) < 0
-4x + 12 < 0
-4x < -12
x > 3

 

Contoh soal 3 :

Fungsi f(x) = x3 — 9x2 + 15x — 17 akan naik pada interval ….
Jawab :
Syarat fungsi naiuk adalah f'(x) > 0
3x2 — 18x + 15 > 0
x2 — 6x + 5 > 0
(x -1)(x — 5) > 0
fungsi naik3
x < 1 atau x > 5

 

Contoh soal 4 :

Nilai x yang menyebabkan fungsi f(x) = x4 — 18x2 turun adalah …
Jawab :
Agar turun maka f'(x) < 0
4x2 — 36x < 0
x3 — 9x < 0
x(x2-9) < 0
x(x — 3)(x + 3) < 0

fungsi turun
x < -3 atau 0 < x < 3

 

Contoh soal 5 :

Nilai-nilai x yang menyebabkan fungsi f(x) = -x3 + 6x2 + 36x tidak turun adalah
Jawab :
Agar tidak turun maka f'(x) ≥ 0
-3x2 + 12x + 36 ≥ 0
x2 — 4x — 12 ≤ 0
(x-6)(x+2) ≤ 0

fungsi tidak turun
-2 ≤ x ≤ 6

Contoh soal 6 :

Batas-batas nilai x yang menyebabkan fungsi f(x) = x2 — 4x3 + 4x2 — 10 tidak naik adalah ….

Jawab :

4x3  — 12x2 + 8x ≤ 0
x3  — 3x2 + 2x ≤ 0
x(x2 — 3x + 2) ≤0
x(x -1)(x -2) ≤ 0
fungsi tidak naik
x ≤ 0 atau 1 ≤ x ≤ 2

Definisi Vektor

Vektor merupakan besaran yang memiliki nilai dan arah. Dalam ilmu fisika, besaran-besaran yang memiliki arah di antaranya adalah posisi, kecepatan, percepata, gaya, momentum, dan lain-lain.

Secara geometri, vektor adalah ruas garis berarah. Ruas garis ini kita tarik dari satu titik ke titik yang lain, sehingga penulisan vektor bisa diwakili dengan dua huruf yang mewakili kedua titik.

Misalnya vektor yang ditarik dari titik A ke B bisa kita tulis sebagai

terkadang bisa juga ditulis dengan huruf tebal AB

vektor

Contoh di atas adalah Vektor AB, disebut juga dengan u

sehingga

Penjumlahan Vektor

1. Aturan segitiga

Aturan segitiga dipakai untuk menjumlahkan 2 vektor dengan mempertemukan ujung sebuah vektor dengan pangkal vektor yang lain

Misalkan dua vektor a dan b kita jumlahkan

Penjumlahan vektor

maka hasil penjumlahannya adalah

aturan segitiga

2. Aturan jajaran genjang

Aturan jajaran genjang dipakai untuk menjumlahkan 2 vektor dengan mempertemukan kedua pangkal vektor

Jika vektor a dan b di atas kita jumlahkan dengan memakai aturan jajaran genkang maka

aturan jajaran genjang

3. Aturan segi banyak (poligon)

Aturan poligon dipakai untuk menjumlahkan lebih dari 2 vektor